Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tak ingin kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama merembet kepada dukungan terhadap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Zulkifli ingin proses hukum terhadap Ahok tetap berjalan. 

Zulkifli menegaskan, Presiden Jokowi telah berjanji tak akan mengintervensi dan melindungi Ahok dalam kasus ini. Bahkan, Presiden Jokowi ingin kasus ini diselesaikan secara cepat, tegas, dan transparan.

“Basuki yang buat jangan Presiden yang kena getahnya,” kata Zulkifli dalam sambutannya di acara rapimnas PAN, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2016).

Mantan Menteri Kehutanan itu memastikan dukungan kepada pemerintah tak akan berubah hanya karena kasus penistaan agama ini. Sebab, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan positif, seperti kebijakan pengampunan pajak.

“Kita senang sekali ada tax amnesty, ini kepercayaan. Jadi sukseskan kepemimpinan Jokowi-JK untuk menuju rakyat yang lebih sejahtera, momentum datang kepada kita. Jangan Ahok yang berulah, pak Jokowi yang kena getah,” kata pria yang akrab disapa Zulhas itu.

Presiden Joko Widodo menegaskan, tak akan berpihak dengan Gubernur non-aktif DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah.

“Saya tekankan, perlu rakyat tahu, saya tidak akan lindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk proses hukum,” tegas Jokowi di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa 8 Oktober.

Menurut dia, proses hukum terhadap Ahok pasti dilakukan dengan tegas dan transparan. Polisi pun masih terus memproses kasus ini dan segera melaksanakan gelar perkara.

Sebelumnya, Jumat, 4 November, puluhan organisasi masyarakat Islam menggelar demo besar-besaran di depan Istana Merdeka. Unjuk rasa dilakukan untuk membela Islam atas dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.