Niat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar masuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak dipersoalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab, hal itu merupakan hak politik yang bersangkutan.

“Ya hak politik beliau (Antasari Azhar) ya untuk masuk ke partai manapun ya,” ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ‎Hidayat Nur Wahid (HNW) di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (29/1/2017).

Pria yang juga menjabat wakil ketua MPR ini pun berharap, kehadiran Antasari Azhar di dunia politik nantinya bisa memberikan warna segar yang lain, untuk kemudian menghadirkan komitmen terhadap pemberantasan korupsi itu sendiri.

“Karena memang kan beliau selama ini icon pemberantasan korupsi, kalau itu bisa terjadi, saya kira baik untuk semuanya,” pungkas anggota Komisi I DPR ini.

Diketahui, belum lama ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengabulkan grasi Antasari Azhar, terpidana kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen. Kemudian, Antasari menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 26 Januari 2016.

Sebelumnya, Antasari juga terlihat menghadiri perayaan ulang tahun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin 23 Januari 2017.

Kemudian, pada acara debat calon gubernur DKI Jakarta 2017 di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Antasari pun hadir duduk di barisan pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Adapun pasangan calon kepala daerah itu diusung oleh PDIP, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar. Lalu, dalam wawancara dengan stasiun televisi swasta, Antasari menyatakan akan bergabung ke PDIP.