Donald John Trump jadi presiden terpilih Amerika Serikat (AS) setelah mengalahkan rivalnya, Hillary Rodham Clinton, dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS hari ini (9/11/2016) WIB. Sejumlah pemimpin dan politisi dunia sudah bereaksi atas kemenangan Donald Trump.

Berikut reaksi sejumlah negara di dunia dalam menanggapi kemenangan Donald Trump sebagai presiden baru AS.

Korea Selatan

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se mengatakan bahwa dia percaya Donald Trump akan mempertahankan kebijakan AS untuk menekan Korea Utara atas uji coba nuklir dan rudal.

”Trump telah menunjukkan bahwa masalah terbesar yang dihadapi dunia adalah ancaman nuklir dan anggota tim keamanan nasionalnya memegang posisi yang menerapkan tekanan yang kuat terhadap Korea Utara,” kata Yun.

Dia membuat komentar dalam pertemuan dengan anggota parlemen yang dijadwalkan untuk membahas hasil dari Pilpres AS.

Filipina

Di Filipina, Presiden Rodrigo Duterte menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada presiden terpilih AS, Donald Trump. Dia berharap bisa bekerja dengannya untuk meningkatkan hubungan.

Duterte selama ini meluapkan kemarahannya kepada pemerintahan Barack Obama dan mengancam berulang kali akan mengakhiri aliansi kedua negara.

Menteri Komunikasi Filipina Martin Andanar mengatakan bahwa Presiden Duterte memuji demokrasi di AS.

“Duterte berharap untuk bekerja dengan administrasi (pemerintah baru AS) untuk meningkatkan hubungan Filipina dan AS, saling menghormati, saling menguntungkan dan berbagi komitmen untuk cita-cita demokrasi dan supremasi hukum,” katanya.

Prancis

Pemerintah Prancis belum secara resmi bersikap soal kemenangan Trump. Namun, pemimpin sayap kanan partai Front Nasional Prancis, Marine Le Pen, mengucapkan selamat untuk Donald Trump. Menurutnya, kemenangan Trump mengejutkan dalam pemilihan presiden AS.

”Selamat kepada presiden baru Amerika Serikat Donald Trump dan kebebasan orang-orang Amerika!” katanya di Twitter.

Jerman

Anggota senior partai konservatif pimpinan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada radio Jerman bahwa pemerintah Jerman tidak yakin apa yang dikerjakan Trump setelah berkantor di Gedung Putih.

“Kami menyadari sekarang bahwa kami tidak tahu apa yang presiden Amerika ini akan lakukanjika suara kemarahan memasuki kantor dan suara kemarahan menjadi orang yang paling berkuasa di dunia,” kritik Norbert Roettgen, anggota dari Uni Demokratik Kristen ( CDU) yang juga Kepala Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Jerman, kepada radio Deutschlandfunk.

”Secara geopolitik kita berada dalam situasi yang sangat tidak pasti,” ujarnya.

Rusia

Kremlin belum berkomentar resmi atas kemenangan Trump sebagai presiden baru AS. Namun, Kirill Dmitriev, Kepala Sovereign Wealth Fund Rusia, mengatakan dia yakin kemenangan Trump akan mengurangi konfrontasi geopolitik.

“Mengurangi konfrontatif (yang jadi) kebijakan luar negeri AS akan membuka peluang besar bagi sendi perdagangan dan investasi (Rusia-AS),” katanya dalam sebuah pernyataan.

Dmitriev mengatakan bahwa dia yakin pasar keuangan akan cepat sembuh.”Seperti yang mereka lakukan setelah Brexit,” ujarnya.