Dalam setiap pemilu, politisi harus pandai-pandai unjuk gigi dengan sebanyak-banyak menebar pesona, terutama bagi penantang. Hal tersebut juga berlaku di Pilkada DKI 2017 yang kian panas seiring memasuki masa kampanye, sejak 28 Oktober-11 Februari.

Bagi penantang seperti Agus Harimurti Yudhono dan Anies Baswedan, kesempatan kampanye harus dimanfaatkan dengan cara saksama untuk memastikan citra yang diinginkannya sampai ke benak publik. Dagangan citra keduanya menarik untuk dicermati ketimbang petahana, yang relatif tidak perlu terlalu bekerja keras menjual citra karena sudah pernah memerintah.

Lazimnya iklan komersial, jika dipetakan, ada sejumlah citra dan pemosisian yang ingin dibangun baik Agus maupun Anies dalam beberapa pekan terakhir, yang dibangunnya melalui promosi di lini masa Facebook (data diambil sejak 19-28 Oktober). Di antara citra yang ingin mereka bangun antara lain:

Keluarga harmonis

Masyarakat Indonesia sangat menaruh perhatian pada keharmonisan keluarga. Keberhasilan memimpin keluarga dianggap dapat menjadi salah satu indikator kesuksesan memimpin pemerintahan. Kita masih ingat pada Pilpres 2014 ketika Prabowo diserang karena perceraiannya.

Dalam hal ini, baik Agus maupun Anies sama-sama pernah mengunggah foto bersama istri dan anak dengan keterangan yang berbeda.

“Seorang pemimpin terbukti datang dari kemampuannya memimpin sebuah keluarga. Keluarga harmonis yang sedang bertumbuh dengan cinta yang semakin kuat. Tidak pernah ada gosip atau kabar tidak enak menimpa keluarga kecil ini sebagaimana mungkin yang sering kita dengar terjadi pada keluarga lain. Insya Allah, amanah untuk DKI Jakarta, benar?” bunyi ungkapan di akun Facebook Agus-Sylviana.

Sementara itu, di akun Facebook-nya, Anies yang mengunggah foto bersama istri dan tiga anak lelakinya mengatakan, “Selamat malam… Bersama keluarga menjelang berangkat ke acara penentuan nomor urut kandidat.”

Pro rakyat kecil

Sejak lahirnya demokrasi, jargon di atas pasti dipakai semua politisi, tak terkecuali Anies dan Agus.

“Tentu terlihat siapa yang benar benar membela pedagang kecil. Nampak Bang Agus sedang mengunjungi pedagang-pedagang untuk mendengar dan menerima aspirasi, sungguh bersahaja.

Sementara itu, Anies mengatakan, “Kemiskinan itu bukan sekadar soal data, soal angka. Kemiskinan itu juga soal rasa. Di balik setiap noktah statistik itu ada kisah-kisah manusia. Lihat masalah kemiskinan bukan cuma dengan mata dan telinga, tapi juga dengan hati.”