Belakangan ini publik tengah ramai membicarakan spanduk penolakan pamutaran wayang kulit di Rawasari yang viral di media sosial. Dalam sejumlah foto yang beredar tampak spanduk itu memuat tulisan jika pemutaran itu ditolak lantaran bukan ajaran umat Islam.

“Menolak dengan keras pemutaran wayang kulit,” bunyi salah satu spanduk. “Wayang kulit bukan budaya dan ajaran ummat Islam,” bunyi spanduk lainnya.

Spanduk penolakan tersebut rupanya juga menjadi perhatian Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Dalam pernyataannya, Djarot seolah menyindir dengan mengatakan jika penyebaran agama islam banyak yang melalui wayang.

“Ada spanduk-spanduk (bertuliskan), ‘Wayang bukan budaya dan syariat Islam’. Dilarang piye, wong wayang itu pagelaran bukan pemutaran,” ujar Djarot. “Penyebaran Islam di Indonesia itu dilakukan lewat budaya, salah satunya lewat wayang. Sunan Kalijaga itu menyebarkan ajaran Islam melalui wayang kulit.”

Djarot sendiri menganggap jika keberadaan spanduk itu justru lucu dan tidak sesuai. “Ya mesti nang Arab nggak onok budaya wayang onok e nang Indonesia (ya pasti di Arab tidak ada budaya wayang, adanya di Indonesia). Lucu banget ya,” imbuhnya.

Sementara itu, penolakan pemutaran wayang kulit itu juga menuai sejumlah kontroversi di kalangan masyarakat. Ada sebagian yang berpendapat jika spanduk itu terlalu berlebihan dan seolah tidak menghormati budaya Indonesia.