Mantan Presiden Wafat, Iran Kibarkan Bendera Hitam

Beritamix. – Masyarakat Iran berkabung. Mereka kehilangan Presiden ke-4 Akbar Hashemi Rafsanjani yang meninggal dunia, 8 Januari 2017 lalu.

Berbeda dengan Indonesia, tanda perkabungan Iran tidak dilakukan dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

Mereka punya cara khusus. Yaitu mengibarkan bendera hitam di seantero Negeri Para Mullah tersebut.

bendera-2

Suasana berkabung, kata Marwan, begitu terasa di Iran, termasuk Ibukota Tehran tempatnya tinggal.

Bukan tanpa sebab rakyat Iran begitu sedih. Rafsanjani merupakan pemimpin yang begitu dicintai dan sangat brilian dalam menjalankan pemerintahan.

Besok pun, kata pria yang sudah setahun berada di Iran, seluruh perwakilan misi asing di negara tersebut menuju pemakaman  Rafsanjani. Mereka bersama-sama Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan Presiden Hasasan Rouhani akan memanjatkan doa untuk Rafsanjani.

Mantan presiden Iran, Akbar Hashemi Rafsanjani meninggal dunia di rumah sakit di Teheran, Iran di mana ia dilarikan setelah mendapat serangan jantung pada Minggu waktu setempat.

Kantor berita negara Iran, Press TV mengatakan, Rafsanjani yang berusia 82 tahun tak tertolong meski dokter telah berupaya maksimal untuk menyelamatkannya.

Warga dilaporkan berkumpul di luar rumah sakit di mana Rafsanjani menghembuskan napas terakhirnya, tepatnya di kawasan Tajrish di Teheran utara.

Rafsanjani merupakan seorang tokoh berpengaruh di Iran. Ia memimpin sebuah Dewan Penegasan Kemanfaatan yang berfungsi untuk menyelesaikan sengketa antara parlemen dan Dewan Garda.

“Ayatollah Hashemi Rafsanjani, Kepala Dewan Penegasan Kemanfaatan, setelah seumur hidup berjuang tanpa henti menuju jalan Islam dan revolusi telah meninggal dunia,” demikian pengumuman televisi Channel One seperti dikutip dari The New York Times.

Sosoknya juga merupakan salah seorang tokoh di Majelis Ahli, sebuah lembaga yang memilih pemimpin tertinggi, orang paling berkuasa di Iran. Rafsanjani selama ini dideskripsikan sebagai “pilar Revolusi Islam”.

Sejumlah kebijakan pragmatisnya di mana ia meliberalisasi ekonomi dan membangun hubungan yang lebih baik dengan Barat telah membuat kelompok garis keras berang, namun tak sedikit dipuji oleh rakyat Iran.

Kematiannya disebut-sebut merupakan pukulan terbesar bagi kaum moderat dan reformis.