Presiden Joko Widodo membantah rumor yang berkembang tentang pencopotan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan menilai rumor itu telah memanaskan keadaan. Dia karena itu, memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut asal-usul rumor tersebut.

“Isu berseliweran kanan-kiri seperti itu sehingga saya mengajak Panglima dan menegaskan tidak ada yang namannya penggantian Panglima TNI. Tidak ada,” kata Jokowi, di Istana Merdeka, kemarin.

Isu pencopotan Gatot dari jabatannya, kemarin beredar di kalangan wartawan lewat WhatsApp. Antara lain disebutkan, Jokowi akan mengganti Gatot dengan Marsekal Madya, Hadi Tjahyanto yang pekan lalu sudah naik pangkat. Hadi disebut pula pernah menjadi Sesmil Presiden dan sekarang menjabat sebagai Irjen Kemenhan.

Kabar yang beredar di Whatsapp itulah yang kemudian ditanyakan wartawan ke Jokowi, dan Jokowi membantahnya. Berbicara usai Jokowi, Gatot justru mempertanyakan tujuan digulirkannya kabar pencopotan dirinya

“Kemarin di Mabes AD (saya) sama presiden, kemudian makan siang sama presiden, dengan Pak Kapolri. Terus isunya saya mau diganti. Silakan dianalisa sendiri. Kalau informasi yang tidak benar pasti ada tujuan kan?” kata Gatot seperti dikutip situs Setkab.

Mengusut asal-usul isu pencopotan Panglima TNI itu, tentu bukan pekerjaan mudah. Tapi pada Selasa malam, telah beredar kabar di kalangan wartawan tentang acara dari organisasi yang menamakan diri Lembaga Indonesia Club.

Isinya adalah undangan diskusi “Ada Apa di Balik Rencana Presiden Jokowi Mengganti Jenderal Gatot sebagai Panglima TNI Sebelum Masa Pensiun?” yang akan berlangsung pada Minggu, 13 November 2016, mulai pukul 14.00 WIB. Disebutkan juga dalam kabar itu, nama-nama pembicara yang akan hadir.

Antara lain mantan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon, dan relawan Projo Budi Arie Setiyadi.

Berdasarkan informasi tersebut, Kami mewawacancarai Direktur Eksektutif Lembaga Indonesia Club, Gigih Guntoro. Dia membenarkan ada acara diskusi tersebut dan menyatakan, isu pencopotan Gatot santer beredar di kalangan Istana. “Kita lihat saja nanti,” kata Gigih.

Pada wawancara berikutnya, ketika ditanyakan, apakah setelah Jokowi membantah kabar pencopotan Gatot, diskusi dari lembaganya akan terus dilangsungkan, Gigih menjawab akan diteruskan. “Tetap dong diskusi jalan terus. Jokowi menanggapi serius, artinya ada sesuatu. Makanya dia membantah isu (pencopotan Gatot) itu,” ujar Gigih.

Dia membantah lembaganya sebagai sumber penyebar isu. Sebaliknya Gigih menjelaskan, isu pencopotan Gatot sudah beredar di sosial media. “Sudah viral di media sosial, katanya sumbernya Istana. Ini kan alam demokrasi, sah-sah saja. Ini hanya prediksi,” kata Gigih.

Kalau sudah begini, semakin tidak jelas, siapa menyebarkan isu apa. Dan kalau benar diskusi Lembaga Indonesia Club pada hari Minggu mendatang jadi terlaksana, acara itu mestinya menjadi pintu masuk untuk mengurai isu pencopotan Gatot sebagai Panglima TNI.