Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi tengah giat menghentikan praktik investasi bodong yang kian ramai terjadi. Salah satu yang tengah menjadi perhatian serius dariOJK adalah Pandawa Grup yang beroperasi di Depok.

Berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, Pandawa Grup terbukti melakukan pelanggaran dalam menghimpun dana masyarakat dengan alasan investasi.

“Kasus lainnya yang ada kita tangani contohnya Pandawa Grup di Depok. Ini sudah lama dan Kemenkop UKM sudah kami minta pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan ada pelanggaran,” kata Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK Tongam L. Tobing saat jumpa pers di Kantor OJK, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).

Pandawa Grup mendirikan koperasi yang digunakan untuk menghimpun dana nasabah. Dengan menyetor uang ke koperasi milik Pandawa Grup, peserta diberikan jaminan bunga simpanan hingga 10% per bulan.

“Pandawa mendirikan lagi koperasi dan melakukan penghimpunan dana dengan bunga yang tinggi, yaitu 10% per bulan,” ujar Tongam.

Dirinya menambahkan, masyarakat rentan tergoda dengan keuntungan besar yang dijanjikan perusahaan investasi. Mereka pada umumnya menawarkan bunga lebih tinggi dari suku bunga bank.

“Bunga cukup tinggi dan tidak masuk di akal di atas suku bunga perbankan,” tutur Tongam.