TAK diragukan lagi, kehadiran artis pada ajang politik pemilihan kepala daerah (pilkada) selalu menjadi daya tarik. Tak terkecuali pada pemilihan gubernur di Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta 2017, para artis itu turut tampil dan memberi warna.

Pada pemilihan gubernur tahun 2012, ketika Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama mencalonkan diri, Edo Kondolongit, Camelia Malik, Rieke Diah Pitaloka, dan Hanung Bramantyo adalah beberapa artis dan selebritas yang menyatakan dukungan. Ada mendukung karena dipinang partai atau pasangan calon. Ada pula yang sukarela menyatakan mendukung.

Rieke Diah Pitaloka, misalnya, mendukung sebagai ”tugas partai”, karena dia adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai pengusung Jokowi-Ahok.

Adapun Ahmad Albar mendukung secara sukarela. Jangan lupa pula pada pemilihan presdien 2014. Saat grup band Slank menjadi mesin kampanye pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Atau, Ahmad Dhani mendukung kubu Prabowo- Hatta. Bisa dikatakan, mendapat suara artis berarti mendapat dukungan dari para penggemar mereka juga. Sandiaga Uno, calon wakil gubernur pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 mengakui hal itu.

Beberapa waktu lalu, pasangan Anies Baswedan itu menggaet artis Olla Ramlan untuk bergabung dalam tim. Dia memasang Olla sebagai ikon ekonomi kreatif. ”Mbak Olla punya banyak followers. Saya melihat dia bisa membuat multiplier effect untuk penciptaan lapangan pekerjaan,” ujar Sandiaga.

Dia memilih menggandeng artisartis untuk menggenjot pariwisata di Ibu Kota. Ketimbang menjadikan artis sebagai juru bicara, dia memilih membentuk film fund atau penggalangan dana untuk proyek promosi wisata Jakarta.

Selain Olla, ada artis dan komika Pandji Pragiwaksono, Hengki Kurniawan, Helmalia Putri, dan pembalap Moreno Soeprapto. Di Barisan Teman Agus Yudhoyono-Sylviana Murni (Batas) ada nama Jane Shalimar.

Artis 36 tahun itu menyatakan diri mendukung pasangan nomor urut 1 itu. Dengan pengikut media sosial Instagram lebih dari 32.000 orang, Jane siap mengerahkan para pengikut untuk mendukung Agus-Sylvi.

”Batas betul-betul menjaring temanteman relawan yang punya pemikiran sama dengan kami, yaitu mendukung Bang Agus dan Mpok Sylvi menjadi gubernur dan wakil gubernur,” kata Jane.

Beberapa pekerja seni yang juga tercatat aktif sebagai politikus pengusung pasangan itu juga telah merapat. Mereka antara lain Anang Hermansyah, Primus Yustisio, Lucky Hakim, dan Desi Ratnasari dari Partai Amanat Nasional.

Selain itu, ada Venna Melinda (Partai Demokrat), Okky Asokawati (Partai Persatuan Pembangunan), serta Arzetti Bilbina dan Krisna Mukti (Partai Kebangkitan Bangsa). Kubu petahana, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat, juga tak ketinggalan.

Mereka bahkan memasang artis senior Sophia Latjuba sebagai juru bicara. Sophia, yang dikenal sebagai politikus Partai Nasdem, menuturkan memang diajak petinggi partai yang didirikan Surya Paloh itu untuk bergabung dalam tim pemenangan Ahok-Djarot.

”Ya, langsung saya iyakan,” kata model dan bintang film itu. Pemeran dalam komedi situasi Tetangga Masa Gitu itu menyatakan tidak ada alasan menolak tawaran itu karena pasangan petahana memiliki kinerja yang baik. Apa yang telah dikerjakan Ahok dan Djarot, ujar dia, harus dilanjutkan.

Warga harus memberikan waktu lebih pada Ahok dan Djarot agar bisa menyelesaikan pekerjaan mereka. ”Saya enggak tahu bagaimana Jakarta kalau enggak dipimpin Ahok. Saya pesimistis,” kata perempuan 46 tahun itu.

Perubahan Signifikan

Alasan itu pula yang mendorong artis Gading Marten mendukung Ahok-Djarot. Gading menilai ada banyak perubahan signifikan di Jakarta, baik infrastruktur maupun hal kecil lain, di bawah kepemimpinan Ahok-Djarot. Karena itu, dia mendukung pasangan nomor urut 2 ini.

”Saya dukung mereka karena mereka benar dan saya rasa saya berjalan dengan orang yang benar,” kata Gading di Rumah Lembang, posko pemenangan Ahok-Djarot, beberapa waktu lalu.

Kehadiran Gading di posko pemenangan itu untuk berpartisipasi dalam acara Kampanye Rakyat Basuki-Djarot Kerja bersama artis lain, seperti Happy Salma, Tompi, Iwa K, Neo, Sweet Martabak, Cathy Sharon, dan Nico Siahaan.

Belum lama ini, para artis pendukung pasangan calon bahkan dipertemukan dalam satu forum debat bertajuk ”Debat Artis Pendukung Cagub DKI Jakarta 2017”.

Acara itu mendapat apresiasi karena selain sebagai pembelajaran politik, debat juga menjauhkan kesan murahan artis yang hanya dibayar mahal untuk menarik dukungan suara.

Keberadaan artis dalam lingkaran tim pemenangan pemilihan gubernur DKI Jakarta bagai dua mata pisau: bisa menjadi peluang sekaligus bencana bagi pasangan calon. Karena itu, butuh kejelian tim kampanye untuk menentukan artis mana yang cocok agar tidak menjadi bumerang.

Dalam kampanye, artis kontroversial sudah semestinya dihindari. Sebab, mereka berpeluang menjadi titik lemah pasangan calon yang bakal menjadi sasaran empuk kampanye hitam.

Sophia, misalnya. Begitu dipastikan mendukung Ahok-Djarot, tersebarlah foto kontroversial perempuan berdarah Jerman itu. Namun, terlepas dari kontroversi yang acap melekat pada para artis, kehadiran mereka tetap menambah kesegaran pemilihan gubernur di Ibu kota.

Suka atau tidak, para artis itu akan menjadi pembeda. Setidaknya warga tidak cuma disuguhi kampanye model lama yang hanya mempertontonkan pasangan calon atau juru kampanye partai di atas mimbar, tanpa banyak peminat.

Para artis pendukung pasangan calon besar kemungkinan akan menampilkan kampanye dalam bentuk lain. Penyanyi Tompi dan sejumlah musikus jazz Tanah Air pernah melakukan kampanye dengan menggelar konser kecil di hadapan pendukung Ahok-Djarot di Rumah Lembang.

Tak tertutup kemungkinan para pekerja seni lain juga akan unjuk kebolehan demi calon yang mereka dukung mendekati hari pemilihan, 15 Februari nanti.