Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan rajin melakukan safari politik ke berbagai tokoh, termasuk dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Namun, hal itu belum dilakukan Jokowi kepada mantan Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini pun menimbulkan banyak pendapat politik.

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan, pertemuan Presiden dengan Prabowo memberi dampak baik bagi kondisi negara saat ini.

“Pertanyaan lain adalah apakah Jokowi juga akan melakukan kunjungan yang sama terhadap pemimpin partai lainnya seperti SBY,” ujar Ray di Fame Food, Menteng, Jakarta Pusat (20/11).

Ray mengatakan Jokowi mungkin lebih memilih Prabowo daripada SBY karena lebih mudah berkomunikasi. Mengingat selama ini Jokowi dengan SBY sering saling sindir.

“Kemungkinan lain jangan-jangan pak Jokowi, menganggap Pak SBY sebagai seteru politik. Bukan hanya mitra koalisi politik. Sehingga tidak perlu didekati,” tambahnya.

Sementara itu, peneliti Para Syndicate Ari Nurcahyo menilai safari politik Jokowi sebulan terakhir efektif untuk menyejukkan kondisi negara saat ini. Beberapa konsolidasi Jokowi dengan pemimpin formal dan informal dinilai tepat untuk mengembalikan kestabilan kondisi Indonesia.

“Silaturahmi yang dilakukan Presiden Jokowi menyasar pemimpin politik dan pemimpin agama. Tindakan ini sangat perlu mengingat masing masing pemimpin ini sangat perlu untuk menyejukkan suasana,” ujar Ari di Fame Food, Menteng, Jakarta Pusat (20/11).

Pertemuan Jokowi dengan Prabowo beberapa waktu lalu juga merupakan langkah bijak untuk merangkul semua golongan. Ari menyebut pertemuan ini mengisyaratkan saat ini Presiden Jokowi sedang benar-benar mengarahkan perhatiannya kepada keadaan politik nasional.

“Pertemuan ini merupakan langkah bijak merangkul semua golongan. Ada kemungkinan Gerindra akan merapat terhadap koalisi partai pemerintah saat ini. Melihat hubungan Presiden Jokowi dan Prabowo yang terlihat semakin baik,” ujar Ari.

Ari menjelaskan hal lain yang justru saat ini menjadi perhatian adalah keberadaan kabinet Jokowi dan partai pendukung koalisi di pemerintahan saat Jokowi melakukan safari politik.

“Yang menarik di sini adalah peran dari kabinet dan posisi partai koalisi yang saat ini tidak jelas loyalitasnya. Saat Pak Jokowi ke sana ke mari melakukan konsolidasi, tak satu pun partai pendukung maupun menteri menterinya yang terlihat menemani,” ujar Ari.