Aksi unjuk rasa mewarnai blusukan calon gubernur DKI nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Jalan Ayub, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/11).

Sekitar pukul 16.30 WIB, Ahok datang guna mengunjungi warga Kebon Jeruk dan memantau kawasan Kali Sekretaris yang sering dikeluhkan warga kerap banjir.

Sekitar 15 menit Ahok berada di lokasi, tiba-tiba sekelompok pemuda yang mengaku warga Rawa Belong datang seraya berteriak, “Ahok pergi!! Ahok pergi!!”

Mantan Bupati Belitung Timur itu tak menanggapi aksi unjuk rasa tersebut.

Ahok tetap melanjutkan langkah kakinya dan sesekali menyalami warga sekitar.

Unjuk rasa semakin kisruh ketika aparat polisi dan warga mencoba menahan unjuk rasa tersebut.

Penjagaan kemudian diperketat guna mengamankan calon nomor urut dua itu.

Ahok lalu terlihat mengambil langkah cepat menyusuri gang-gang sempit menuju jalan besar kawasan Rawa Belong. Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Warga yang melihat Ahok tergesa-gesa pun keheranan. Mereka hanya melihat Ahok sambil melambaikan tangan.

Sesekali Ahok juga menghampiri warga yang meminta bersalaman dan berfoto.

Namun, polisi menginstruksikan agar Ahok terus bergerak.

Ahok segera dievakuasi. Tampak polisi berpakaian preman dan polisi bersenjata laras panjang mengevakuasi Ahokmenggunakan Mikrolet M-24.

“Ayo masuk, Pak,” kata seorang polisi kepada Ahok.

Sontak penumpang dan sopir terkaget-kaget melihat Ahok masuk ke dalam Mikrolet.

“Nggak tau apa-apa Mas, tiba-tiba masuk. Yah pasti kaget juga nggak tahunya Ahok,” kata salah satu penumpang mikrolet M-24.

Kejadian yang berlangsung sekitar 15 menit itu, dikarenakan situasi yang sudah tidak kondusif.

Kedatangan Ahok berkampanye mengunjungi Pasar Rawa Belongpun hanya berlangsung singkat.

Belum ada hitungan jam Ahok terpaksa meninggalkan lokasi.

Dari tempat evakuasi di Polsek Kebon Jeruk, Ahok tak lama kemudian bergegas menaiki mobilnya dan sedikit memberikan keterangan kepada awak media.

“Nggak kok tadi saya tetap jalan dan nyalamin warga. Saya kira ini mencederai demokrasi kita ya. Masyarakat semua terima kok. Masyarakat penduduk asli terima kok. Mereka hanya segelintir orang yang meneriakkan itu. Ini yang saya katakan tidak dewasa,” kata Ahok.

Warga yang berunjuk rasa baru pergi setelah Ahok pergi dari lokasi blusukan itu. Warga setempat mengaku, adanya unjuk rasa tersebut membuat suasana menjadi tidak kondusif. Bahkan, Dayat, Ketua RT 01, mendapat pukulan untuk menghalau demonstran.

“Itu ngapain pada ke sini bikin ribut aja? Campuran itu Mas, bukan warga sini semua, cuma masih warga Rawa Belong,” keluh Tuti (42), warga RT 01/ RW07.