PKS Kepincut Sjafrie Sjamsoeddin: Militer dengan Magnet Umat Islam

beritamix.com – Langkah Sjafrie Sjamsoeddin memasuki pertarungan Pilkada Dki Jakarta 2017 semakin ringan. Pasalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersirat kepincut dengan profil mantan Wakil Menteri Pertahanan ini.

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PKS Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, Presiden PKS Sohibul Imam telah menerima nama dan pernyataan kesediaan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai bakal calon gubernur. Karenanya, meski Dewan Pimpinan Pusat PKS belum mengeluarkan ketetapan soal pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, partainya bakal mensosialisasikan nama Sjafrie ke sejumlah ormas Islam dan tokoh masyarakat.

“Secepatnya bertemu dengan Bang Nara (Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli) untuk road show dan strateginya seperti apa,” ujar Syakir.

Bahkan, saat ini Syakir mengaku masih mendata pihak-pihak yang akan dikunjungi. Selain safari politik, Syakir bakal mengenalkan sosok Sjafrie melalui media sosial supaya dapat merangkul berbagai kalangan, baik tua maupun muda.

Sementara dalam internal Partai Gerindra, nama Sjafrie Sjamsoeddin sebagai calon gubernur yang bakal diusung dalam Pilkada 2017 semakin kuat. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan partainya akan mengumumkan secara resmi calon yang bakal diusung pada akhir Juli 2016.

Taufik mengatakan, Gerindra sudah mengantongi tiga nama yang masuk bursa calon gubernur Jakarta, yakni Sjafrie Sjamsoeddin, Sandiaga Uno, dan Yusril Ihza Mahendra. Nama Sjafrie menguat setelah dia menyatakan siap maju sebagai calon gubernur, pekan lalu.

Menurut Taufik, meski baru mendeklarasikan diri maju ke kursi Jakarta satu, daya tarik Sjafrie tak bisa disepelekan. Sjafrie—yang pernah menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya—sudah berkomunikasi dengan berbagai organisasi masyarakat Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. “Ada magnetnya karena saat buka puasa NU dan Muhammadiyah juga hadir,” ucap Taufik.

Untuk mendongkrak nama Sjafrie, sejumlah partai yang dikabarkan bakal berkoalisi dengan Gerindra akan bersafari mengenalkan Sjafrie. Menurut Taufik, partai yang telah menyatakan kesamaan dengan Gerindra untuk tidak mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ialah PKS , Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan. “Asal tidak Ahok, kami akan berkoalisi,” tutur Taufik.

Taufik berharap bisa head to head dengan Ahok saat pilkada. Alasannya, kata Taufik, akan lebih efisien. “Lebih mudah kalau lawan Ahok head to head karena musuhnya dia sekarang masyarakat,” ucap Taufik.

Ahok menyatakan baru memutuskan maju lewat jalur perseorangan atau partai politik seusai Lebaran. Ahok sudah didukung tiga partai, yakni Hanura, NasDem, dan Golkar. Ahok mengumpulkan 24 kursi dukungan di DPRD DKI Jakarta. Dengan demikian, Ahok bisa maju melalui jalur parpol dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.