Masyarakat semakin tercekik dengan kado Tahun Baru dari Jokowi. Setelah listrik dan Surat Kendaraan naik, mulai tengah malam tadi pukul 00.00 WIB, harga BBM ikut naik.

Sesuai keputusan Pertamina, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan terhitung Kamis, 5/1/2017 pukul 00.00 WIB. Kenaikan ini mengejutkan karena terbilang mendadak.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, penetapan harga BBM umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertalite, menjadi kebijakan korporasi, nantinya review dilakukan secara berkala.

“Penyesuaian dilakukan sebesar Rp300 per liter untuk seluruh jenis BBM umum di semua daerah,” jelas Wianda dalam keterangan tertulisnya, tadi malam, 4/1/2017.

Dalam surat edaran yang diteken kemarin, harga Pertalite terdongkrak menjadi Rp 7.350 dari awalnya Rp 7.050. untuk Pertamax Rp 8.050 dari 7.750, dan Pertamax turbo mejadi Rp 9.100 dari Rp 8.800. Selanjutnya, harga Pertamina Dex dari Rp 8.200 menjadi Rp 8.500.

Kenaikan harga rata-rata Rp 300, kecuali bahan bakar bersubsidi jenis premium yang tetap tak berubah. Keputusan menaikkan harga BBM ini di luar kebiasaan. Jika biasanya Pertamina menaikan harga BBM pada tanggal 1 atau 15, tapi kali ini dilakukan tanggal 5, bahkan ditetapkan secara mendadak.

Wakil Ketua DPR RI, Fadhli Zon, mencicau sakartisnya di akun Twitternya, @fadlizon. Ia menulis, “Kalau masyarakat terus menerus diberi kado pahit, jangan berharap perekonomian kita akan membaik dan keuangan negara bisa sehat,” tulis Fadhli, 4/1/2016.

Padahal, baru 24 Desember 2016 lalu, Menko Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan, pemerintah akan menurunkan harga BBM per 5 Januari 2017. Faktanya, harga BBM malah naik. Kado tahun baru ini berbarengan dengan kenaikan tarif STNK, BPKB dan tarif listrik untuk rumah tangga.

penurunan tersebut merupakan kejelasan terhadap publik. Saat kedua indikator‎ mendukung harga BBM lebih rendah, maka langsung dieksekusi oleh pemerintah.